Copy Paste

April 3, 2009

Perjalanan Teguh – Tya

Filed under: Serba-serbi — copaste @ 3:06 am

Salam kenal semua…

Nama saya Teguh ……   , lahir di surabaya 28 tahuh yang lalu. Bersyukur saya lahir di keluarga yang sederhana & bahagia, anak kedua dari 3 bersaudara dan laki2 sendiri membuat saya egois dan memiliki kemauan yang keras. Beruntung didikan orang tua bisa mengendalikan ‘keganasan’ saya, tidak bisa dibayangkan kalau aku lahir di keluarga yang lebih materi dan dimanjakan, pasti akan gila tingkah lakuku.

Setelah lulus smu dan 18 th ikut ortu di Surabaya, dengan keinginan yang bulat, aku memutuskan untuk ke jakarta, apakah ini genetik atau gak, tapi keinginan untuk merantau sangatlah kuat, seperti halnya terjadi pada paman2 dan sepupu laki2. Tinggal bersama adik bapak di daerah jakarta selatan dan kuliah di depok membuat perjalanan ke kampus menggunakan bis terasa mudah dan murah .

Awal bekerja di konsultan ME dengan gaji 700rb plus lemburan, pertama kali mendapat income ‘bulanan’ dari bekerja membuat keinginan membeli barang2 seperti sepatu, baju, tas, dll yang pada terjadi defisit keuangan, beruntung ‘lembaga keuangan ortu’ masih memberi subsidi.

Satu tahun bekerja di Jakarta, lalu ada tawaran untuk bekerja di bandung, di perusahaan kontraktor dengan gaji yang lebih besar,  menjadikanku tak kuasa menolaknya. Sungguh nikmat kerja di tempat yang baru, bertempat tinggal di mess yang segala keperluan mudah dipenuhi, makanan selalu tersedia, habis makan piring tinggal taruh, minta mie rebus tinggal teriak, tidak lagi cuci baju sendiri, antar jemput ke tempat kerja, entertain sedikitnya sekali seminggu, pekerjaan yang tidak terlalu bera ; membuat kedisiplinan kerja semakin lama semakin berkurang.  Setalah lebih dari 2 th di bandung yang dengan segala keindahan dan kenikmatannya itu, akhirnya tiba saatnya untuk kembali ke jakarta. Setibanya di jakarta saya langsung bergabung dengan perusahaan baru, dengan harapan bisa kembali meningkatkan kedisiplinan dan menambah pengalaman. Pada kenyataannya bekerja ditempat baru tidak memperbaiki kedisiplinan, hal ini dikarenakan mudahnya pekerjaan yang ditugaskan, sehingga pekerjaan dikerjakan 1 jam 7 jam lainnya bisa buat browsing, maem game, tidur siang, dan mempelajari hal2 baru.

Satu setengah tahun menjalani aktivitas pekerjaan yang santai, akhirnya rasa bosan itu muncul, seperti gayung bersambut, seseorang teman lama memintaku untuk membantu dia mengembangkan usahanya. Dalam proses pengembangan perusaahaan dilakukanlan penambahan karyawan, di sinilah awal aku mengenal TYA, wanita yang sebenarnya tidak memenuhi kriteria wanita idamanku, ditambah lagi dia sudah mempunyai pacar, tapi entah mengapa dorongan dalam hati mengalahkan nalarku yang akhirnya memaksaku mengatakan “AKU CINTA DAN SAYANG KAMU, MAUKAH KAMU JADI PACARKU”, dengan terbata-bata dan tegang dan dengan rasa tidak percaya kata cinta dan komitmen tersebut keluar pertama kali dari mulutku selama 27 tahun menjomblo. Tya adalah pacar pertamaku dan aku pacar dia yang ketujuh, membuat penyesuaian hubungan ini sering dibumbuhi konflik2.

Pertengahan 2008 akhirnya aku melamar dia, kunjungan keluarga satu sama lain akhirnya pada februari 2009 membuahkan keputusan pernikahan diadakan Insya Allah pada 20 Juni 2009 di jakarta.  Dengan waktu yang relatif sempit dan keuangan terbatas, acara pernikahan rencananya diadakan secara sederhana di masjid, dan hanya dihadiri oleh saudara dan teman2 terdekat saja. Kami pun mulai membahas hal2 yang harus dipersiapkan, seperti tempat, catering, dekorasi, busana, tata rias, surat2, fotografer, MC, undangan, souvenir dll.

Dengan waktu yang terus mendekati hari H, terjadi perubahan konsep acara yang semula ‘hanya’ syukuran sederhana di masjid menjadi acara pernikahan  lebih ‘dimeriahkan’ bila ada rejeki.  Berikut adalah perjalanan persiapan menjelang pernikahan :

feb 08 :

Tempat akad dan resepsi  :  Masjid Sunda kelapa + Serambi jayakarta (MENTENG)

kapasitas :  250 orang

biaya : rp 3.500.000    DP: 1.500.000

keterangan : dengan keterbatasan waktu dan tempat pernikahan, masjid sunda kelapa dan serambi jayakarta merupakan tempat yang cocok bila mengadakan acara akad nikah dan dilanjutkan dgn resepsi sederhana, karena ruang masjid untuk akah dan serambi untuk resepsi hanya dipisahkan beberapa anak tangga. Serambi jayakarta ini tidak ber-AC dan dekorasi harus sederhana, tidak boleh ada live musik, katering dan dekorasi harus rekanan. Dan area parkir sedikit.

maret ’09 :

Katering : Pasar Mingu Catering (Jagakarsa)
CP : bp. Wendi
Keterangan : Pak Wendi enak diajak diskusi mengenai hidangan2 apa yang sebaiknya disajikan dan dapat disesuaikan dengan budget. Alasan memilih Pasar MInggu Catering, cuman feeling aja…

Dekorasi : Bp. Rahman (teman pak wendi)

Tata rias :
Pengantin : diurus ama tante Arti
Panitia da Keluarga : diurus ama tante Arti

Tata Busana :
Akad : Jahit di ibu Rini di cipete
Resepsi : Diamond (pasar minggu)
Panitia : diurus tante Arti

BERSAMBUNG……

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: