Copy Paste

June 25, 2009

Ayo Bangkit! 10 Cara Jitu Meraih Kehidupan yang “Bertenaga”

Filed under: Serba-serbi — copaste @ 6:10 am

Banyak hal – hal  positif yang anda masih dapat anda lakukan agar anda dapat menikmati hidup dan tetap bersemangat di tengah-tengah kesibukan pekerjaan rutin anda. Angelina Febe memberikan 10 tipsnya untuk anda.

1. Berikanlah lebih dari yang diminta
Jadilah orang yang selalu memberikan ‘lebih’ dalam apa saja yang Anda lakukan. Jadikanlah ‘totalitas’ sebagai gaya hidup Anda karena kebiasaan membentuk karakter. Berilah tanpa mengharap imbalan dan pujian.

2. Mengurangi ketegangan
Orang bijak bilang: “Suatu saat nanti kamu akan tertawa jika teringat akan hal ini.” Kurangilah stress dengan berpikir bahwa segala sesuatu dalam hidup Anda pasti akan berjalan lebih baik. Walaupun kondisi pada saat ini tidak mendukung Anda untuk bersemangat. Milikilah kerangka berpikir positif! Lihatlah setiap situasi sebagai kesempatan untuk belajar dan berkembang. Jangan lupa untuk tetap tertawa.

3. Kuasailah kebiasaan Anda
Kebiasaan dapat membuat Anda menjadi lebih baik atau lebih buruk. Pastikanlah untuk memiliki kebiasaan yang memiliki efek yang baik bagi diri & hidup Anda. Lenyapkanlah kebiasaan buruk yang merugikan.

4. Pilihlah lingkungan Anda
Perhatikan, siapa saja orang yang sangat berpengaruh dalam hidup Anda? Kita semua terbentuk oleh lingkungan kita. Setiap orang yang ada di sekeliling kita mempengaruhi kepribadian, kepercayaan, dan nilai-nilai yang kita anut. Jadi, siapa orang terdekat Anda? Pastikan bahwa mereka mendukung Anda untuk maju. Hindari orang yang menghalangi perkembangan dan mematikan semangat Anda.

5. Luangkan waktu untuk melakukan kegiatan yang Anda sukai

Seringkali kita berupaya keras untuk berlari mengejar kemajuan dalam kehidupan kita, hingga melupakan hal-hal yang membuat kita bahagia. Jika terlalu tegang, Anda menjadi lelah jiwa raga, dan bosan. Kembalikan semangat Anda dengan meluangkan waktu untuk melakukan hobi Anda. Lakukanlah secara teratur.

6. Pecahkan masalah yang menghimpit Anda
Masalah yang belum terpecahkan berpotensi untuk menguras enerji kita. Cari tahu, masalah apa saja yang menghimpit jiwa dan membuat Anda tertekan. Carilah solusi atas masalah Anda. Selesaikanlah urusan yang belum selesai, seperti melunasi hutang, menyelesaikan skripsi atau pekerjaan yang belum beres. Dijamin, Anda akan menjadi lega setiap satu masalah selesai. Bereskan saja semuanya, supaya Anda kembali bersemangat!

7. Fokus! Fokus! Fokus!
Enyahkan kecerobohan dan hal-hal buruk yang terjadi dalam hidup Anda dengan fokus pada apa saja yang sedang Anda lakukan saat ini. Kembangkanlah kebiasaan untuk melakukan satu saja pekerjaan. Fokuslah pada hal itu hingga pekerjaan itu selesai. Berilah perhatian pada detail untuk meraih kesempurnaan.

8. Sisihkan waktu untuk menyusun hidup Anda
Kebanyakan orang menyerah pada keadaan dan tidak memperjuangkan hidup mereka. Akibatnya hidup mereka menjadi tak menentu dan tanpa arah serta tujuan. Hindarilah hal ini dengan mengetahui apa yang Anda inginkan. Ketahuilah impian Anda. Anda ingin menjadi apa? Kehidupan seperti apa yang Anda dambakan? Apa sumbangsih Anda bagi manusia dan dunia? Jadilah orang yang proaktif dengan berusaha menata diri dan hidup Anda ke arah yang lebih baik. Susunlah rencana dan berjuanglah!

9. Menjaga kesehatan jiwa & raga

Makanlah makanan yang bergizi, jangan hanya asal kenyang. Miliki tidur yang berkualitas. Berolahragalah secara teratur. Lakukan segala upaya untuk menunjang raga kita tetap sehat. Karena kesehatan tubuh berpengaruh pada kesegaran mental. Usahakan untuk berada dalam lingkungan yang ‘sehat’, hindari lingkungan yang penuh tekanan, carilah kehidupan yang lebih baik. Berbagilah bersama sahabat. Jangan lupa bahwa Tuhan itu ada, berserah & berdoalah!

10. Berinvestasi pada otak & pikiran Anda
Pikiran Anda adalah komputer yang tercanggih di dunia! Up grade yourself! Maka, jangan pernah berhenti belajar dan mengembangkan bakat Anda. Jangan malas mempelajari keahlian baru yang akan meningkatkan kesehatan, kekuatan mental, dan performa kerja kita. Jangan takut mencoba pengalaman baru. Hal baru dapat menstimulasi pikiran kita. Gunakanlah pengetahuan yang Anda miliki untuk berkarya, mengajar, mendukung orang lain, dan berpartisipasilah dalam membuat dunia menjadi lebih baik.

source: Angelina Febe-BeritaNET.com

Advertisements

April 3, 2009

Tips Atasi Hidung Tersumbat

Filed under: Serba-serbi — copaste @ 6:22 am

Saat hidung bayi yang baru lahir (0 – 3 bulan), Bunda biasanya panik dan bingung. Benarkah, bayi baru lahir tidak boleh diberikan balsem pelega nafas. Adakah cara aman untuk membantukan bernafas lancar kembali?

Lendir mengering. Hidung tersumbat adalah gejala awal influenza atau flu. Hidung bayi biasanya banyak mengandung lendir di momen seperti ini. Tapi karena udara yang keluar masuk lewat hidung, ingus pun menjadi kering di dalam hidung. Ini menutup dan menyumbang saluran nafas di hidung bayi. Saat itulah bayi sulit bernafas karena hidung tersumbat. Apa yang bisa Anda lakukan?! Bantu bayi mengeluarkan ingus dari hidung bayi agar ia dapat bernafas lega. Anda akan tahu cara hadapi hidung tersumbat setelah membaca tips berikut. Tetapi jika hidung tersumbat disertai demam, batuk terus-menerus, atau jika ingus berwarna kuning kehijauan, bawa bayi ke dokter anak. Untuk pengamatan dan saran lebih lanjut.

Berikut tips untuk mengatasi hidung bayi yang tersumbat:
1. Menyedot ingus:
a. Gunakan penyedot ingus (nasal aspirator) khusus untuk bayi. Bentuknya serupa pipet atau pipa plastik yang lembut dengan ujung berupa karet penyedot. Dijual di apotek, dengan merek khusus untuk bayi, seperti Pigeon, Chicco, Dreambaby dan lain-lain.
b. Bersihkan bagian yang akan dimasukkan ke hidung bayi dengan cara disteril (dengan alat steril botol) atau kapas yang diolesi alkohol 70%.
c. Tenangkan bayi sebelum penyedotan dilakukan agar Anda dapat memasukkan alat dengan tepat.
d. Masukkan alat ke dalam hidung bayi, tetapi jangan terlalu dalam. Saat memasukkan penyedot, ujung karet yang berfungsi untuk menyedot harus dalam keadaan ditekan, lalu lepas perlahan saat sudah di dalam hidung. Lakukan dengan lembut, agar hidung bayi tidak teriritasi.

2. Meneteskan NaCl atau larutan garam murni:

a. Anda bisa mendapatkan larutan obat tetes NaCl fisiologis 0,9% (20 ml) di apotik, contohnya salah satu mereknya adalah Breathy. Fungsinya, untuk melembabkan selaput dalam saluran pernafasan bayi, melancarkan sumbatan hidung, dan mengencerkan ingus agar mudah dikeluarkan. Cara memberikannya adalah dengan memasukkan sedikit bagian ujung pipet lalu teteskan lembut.
b. Anda juga bisa membuat sendiri larutan NaCl dengan cara melarutkan 1/4 sendok teh garam ke dalam 1/2 gelas air hangat. Gunakan pipet untuk meneteskannya. Pipet bisa Anda dapatkan di apotik. Apabila Anda membeli yang sekali pakai, bersihkan menggunakan air hangat.
c. Setelah ingus encer, bantu bayi mengeluarkannya menggunakan penyedot ingus. Ikuti langkah-langkah di poin 1.

3. Tekan lembut hidung dan sekitarnya, lalu bersihkan:

a. Anda dapat membantu bayi melegakan pernafasan dengan memijat lembut hidung dan sekitarnya dengan bahan lembut sambil membersihkan ingus. Pijatan lembut merilekskan pernafasan bayi, ini membantu lendir keluar dengan mudah.
b. Bersihkan hidung dari bekas lendir yang mengering menggunakan cotton bud basah. Hidung yang bersih membantu bayi bernafas dengan lancar. Hati-hati saat membersihkan, jangan masukkan cotton bud terlalu dalam.

4. Balsem pelega pernafasan, uap minyak kayu putih di mangkuk:
a. Anda bisa mengoleskan balsem pelega pernafasan khusus bayi, di bagian dada, leher dan punggung, sambil memijat lembut. Contoh, salah satu merek balsem bayi adalah Transpulmin. Selain memberi rasa hangat, uap balsem juga akan melonggarkan hidung tersumbat.
b. Cara lain adalah dengan membuat semacam “nebulizer” sederhana dengan cara meneteskan minyak kayu putih ke dalam mangkuk berisi air panas di salah satu sudut ruangan, terutama di area kamar yang merupakan wilayah pertukaran udara. Selain berfungsi membersihkan udara yang sarat virus flu, uap hangat kayu putih juga membantu bayi bernafas dengan lega.

Perjalanan Teguh – Tya

Filed under: Serba-serbi — copaste @ 3:06 am

Salam kenal semua…

Nama saya Teguh ……   , lahir di surabaya 28 tahuh yang lalu. Bersyukur saya lahir di keluarga yang sederhana & bahagia, anak kedua dari 3 bersaudara dan laki2 sendiri membuat saya egois dan memiliki kemauan yang keras. Beruntung didikan orang tua bisa mengendalikan ‘keganasan’ saya, tidak bisa dibayangkan kalau aku lahir di keluarga yang lebih materi dan dimanjakan, pasti akan gila tingkah lakuku.

Setelah lulus smu dan 18 th ikut ortu di Surabaya, dengan keinginan yang bulat, aku memutuskan untuk ke jakarta, apakah ini genetik atau gak, tapi keinginan untuk merantau sangatlah kuat, seperti halnya terjadi pada paman2 dan sepupu laki2. Tinggal bersama adik bapak di daerah jakarta selatan dan kuliah di depok membuat perjalanan ke kampus menggunakan bis terasa mudah dan murah .

Awal bekerja di konsultan ME dengan gaji 700rb plus lemburan, pertama kali mendapat income ‘bulanan’ dari bekerja membuat keinginan membeli barang2 seperti sepatu, baju, tas, dll yang pada terjadi defisit keuangan, beruntung ‘lembaga keuangan ortu’ masih memberi subsidi.

Satu tahun bekerja di Jakarta, lalu ada tawaran untuk bekerja di bandung, di perusahaan kontraktor dengan gaji yang lebih besar,  menjadikanku tak kuasa menolaknya. Sungguh nikmat kerja di tempat yang baru, bertempat tinggal di mess yang segala keperluan mudah dipenuhi, makanan selalu tersedia, habis makan piring tinggal taruh, minta mie rebus tinggal teriak, tidak lagi cuci baju sendiri, antar jemput ke tempat kerja, entertain sedikitnya sekali seminggu, pekerjaan yang tidak terlalu bera ; membuat kedisiplinan kerja semakin lama semakin berkurang.  Setalah lebih dari 2 th di bandung yang dengan segala keindahan dan kenikmatannya itu, akhirnya tiba saatnya untuk kembali ke jakarta. Setibanya di jakarta saya langsung bergabung dengan perusahaan baru, dengan harapan bisa kembali meningkatkan kedisiplinan dan menambah pengalaman. Pada kenyataannya bekerja ditempat baru tidak memperbaiki kedisiplinan, hal ini dikarenakan mudahnya pekerjaan yang ditugaskan, sehingga pekerjaan dikerjakan 1 jam 7 jam lainnya bisa buat browsing, maem game, tidur siang, dan mempelajari hal2 baru.

Satu setengah tahun menjalani aktivitas pekerjaan yang santai, akhirnya rasa bosan itu muncul, seperti gayung bersambut, seseorang teman lama memintaku untuk membantu dia mengembangkan usahanya. Dalam proses pengembangan perusaahaan dilakukanlan penambahan karyawan, di sinilah awal aku mengenal TYA, wanita yang sebenarnya tidak memenuhi kriteria wanita idamanku, ditambah lagi dia sudah mempunyai pacar, tapi entah mengapa dorongan dalam hati mengalahkan nalarku yang akhirnya memaksaku mengatakan “AKU CINTA DAN SAYANG KAMU, MAUKAH KAMU JADI PACARKU”, dengan terbata-bata dan tegang dan dengan rasa tidak percaya kata cinta dan komitmen tersebut keluar pertama kali dari mulutku selama 27 tahun menjomblo. Tya adalah pacar pertamaku dan aku pacar dia yang ketujuh, membuat penyesuaian hubungan ini sering dibumbuhi konflik2.

Pertengahan 2008 akhirnya aku melamar dia, kunjungan keluarga satu sama lain akhirnya pada februari 2009 membuahkan keputusan pernikahan diadakan Insya Allah pada 20 Juni 2009 di jakarta.  Dengan waktu yang relatif sempit dan keuangan terbatas, acara pernikahan rencananya diadakan secara sederhana di masjid, dan hanya dihadiri oleh saudara dan teman2 terdekat saja. Kami pun mulai membahas hal2 yang harus dipersiapkan, seperti tempat, catering, dekorasi, busana, tata rias, surat2, fotografer, MC, undangan, souvenir dll.

Dengan waktu yang terus mendekati hari H, terjadi perubahan konsep acara yang semula ‘hanya’ syukuran sederhana di masjid menjadi acara pernikahan  lebih ‘dimeriahkan’ bila ada rejeki.  Berikut adalah perjalanan persiapan menjelang pernikahan :

feb 08 :

Tempat akad dan resepsi  :  Masjid Sunda kelapa + Serambi jayakarta (MENTENG)

kapasitas :  250 orang

biaya : rp 3.500.000    DP: 1.500.000

keterangan : dengan keterbatasan waktu dan tempat pernikahan, masjid sunda kelapa dan serambi jayakarta merupakan tempat yang cocok bila mengadakan acara akad nikah dan dilanjutkan dgn resepsi sederhana, karena ruang masjid untuk akah dan serambi untuk resepsi hanya dipisahkan beberapa anak tangga. Serambi jayakarta ini tidak ber-AC dan dekorasi harus sederhana, tidak boleh ada live musik, katering dan dekorasi harus rekanan. Dan area parkir sedikit.

maret ’09 :

Katering : Pasar Mingu Catering (Jagakarsa)
CP : bp. Wendi
Keterangan : Pak Wendi enak diajak diskusi mengenai hidangan2 apa yang sebaiknya disajikan dan dapat disesuaikan dengan budget. Alasan memilih Pasar MInggu Catering, cuman feeling aja…

Dekorasi : Bp. Rahman (teman pak wendi)

Tata rias :
Pengantin : diurus ama tante Arti
Panitia da Keluarga : diurus ama tante Arti

Tata Busana :
Akad : Jahit di ibu Rini di cipete
Resepsi : Diamond (pasar minggu)
Panitia : diurus tante Arti

BERSAMBUNG……

April 2, 2009

Jatuh Cinta pada Suami

Filed under: Serba-serbi — copaste @ 1:52 am

Seorang rekan Kompas.com pernah menyatakan bahwa ia tengah jatuh cinta kepada suaminya. Lho, kok bisa? Tidakkah ia salah mengucap? Mungkin maksudnya, ia sangat mencintai suaminya. Bukannya kita jatuh cinta dulu pada seseorang, menjalin hubungan dengannya, dan bila cocok, memutuskan untuk menikah?

Sang rekan kembali menegaskan, tidak ada yang salah dengan pernyataannya. Dulu ia sering sirik pada teman-temannya, karena tidak pernah merasa kangen pada suami yang waktu itu masih menjadi pacarnya, seperti yang dialami teman-temannya pada pacar masing-masing. Ia baru sering merasa kangen pada suaminya setelah menikah beberapa tahun.

Ada perbedaan mendasar antara jatuh cinta (in love), dengan mencintai (to love) seseorang. Jatuh cinta sifatnya hanya sesaat. Itulah saat di mana kita berdebar-debar menanti telepon seseorang, menunggu kehadirannya, membuat kita jadi lupa makan atau enggan tidur karena tidak ingin kehilangan waktu bersamanya. Inilah perasaan awal yang kita alami terhadap seseorang. Sedangkan mencintai adalah tahap lebih lanjut, setelah kita betul-betul mengenalnya, dan menerima segala kelebihan dan kekurangannya.

Hal yang dialami rekan kami ini—jatuh cinta pada suaminya—sangat mungkin terjadi. Banyak di antara kita yang awalnya menikah tanpa perasaan cinta pada suami. Kita menikahinya karena merasa ia adalah pria yang baik, memiliki visi yang sama mengenai masa depan, dan mempunyai sifat-sifat atau karakter yang dapat melengkapi diri kita. Meskipun kita tidak pernah jatuh cinta padanya. Kita tidak merasa berdebar-debar menunggu kehadirannya. Kita hanya menyayanginya, karena telah menemani hidup kita sehari-hari.

Namun setelah menikah, dan semakin lama Anda mengenalnya, semakin Anda dapat melihat sisi-sisi baik dirinya yang lain. Suami ternyata seseorang yang selalu ingin menyenangkan hati Anda. Ketika Anda bangun pagi di hari Minggu, ia tersenyum pada Anda dan menanyakan apa yang Anda inginkan untuk sarapan. Ia tak keberatan membatalkan janji untuk hangout dengan teman-temannya, karena Anda sedang membutuhkannya. Ia selalu memuji dan menghabiskan masakan Anda, meskipun Anda tahu masakan Anda tidak seenak buatan ibunya. Ia selalu menghargai semua jerih payah Anda menata rumah, meskipun hal itu kadang tak sesuai dengan seleranya. Ia juga selalu mengatakan bahwa Anda tetap seksi, sekalipun Anda mengeluh bokong Anda tak lagi sekencang sebelum melahirkan buah hati Anda.

Karena sikap-sikapnya itu, perlahan-lahan mulai tumbuh perasaan yang lebih dalam terhadap suami. Ketika ia sedang terlelap di samping Anda, Anda menyadari betapa cintanya pada Anda tak berubah setelah bertahun-tahun. Ketika ia sedang terbaring sakit di rumah sakit, Anda menyadari bahwa Anda tak siap jika harus menjalani hidup Anda sendirian tanpa kehadirannya. Tanpa Anda sadari, Anda sering merindukannya ketika ia sedang bertugas ke luar kota. Anda merasa berdebar-debar ketika ingin memberinya kejutan di hari ulang tahunnya.

Itulah saat ketika Anda sedang jatuh cinta pada suami Anda. You’re in love with your husband. Anda merasakan sesuatu hal yang tak Anda alami ketika masih berstatus pacar. Berbahagialah bila Anda mengalami hal ini. Perasaan cinta yang tumbuh perlahan seperti ini akan semakin kuat, berbeda jika Anda jatuh cinta pada pasangan sebelum menikah. Ketika perasaan berdebar-debar itu mulai memudar seiring usia pernikahan Anda, hubungan Anda dan suami mulai kering, datar, tak menggairahkan lagi. Lebih parah lagi ketika akhirnya Anda melihat sifat-sifat asli yang tak ditunjukkannya dulu.

Bila Anda pun ingin merasakan jatuh cinta pada suami, ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan. Anda memang tidak akan melihat hasilnya dalam sekejap, karena hal ini membutuhkan kerelaan Anda:

1. Kenalilah dirinya lebih jauh. Perhatikan hal-hal kecil yang dilakukannya, kata-kata yang diucapkannya, atau apa yang menjadikan dirinya seperti sekarang. Mintalah mertua Anda menceritakan bagaimana suami Anda waktu kecil. Dengan menggali sisi lain dirinya, Anda akan menemukan lebih banyak sifat-sifat baiknya yang sebelumnya tidak Anda sadari.

2. Tulislah sisi-sisi baiknya dalam kepala Anda, dan lihat bagaimana sifat tersebut memengaruhi hubungan Anda. Ia seseorang yang selalu mengalah, dan ketika akhirnya ia marah karena sesuatu yang Anda lakukan, Anda sadar bahwa selama ini Anda bersikap egois padanya. Hal ini akan menumbuhkan rasa syukur bahwa ia mampu membuat Anda menjadi lebih baik.

3. Bukalah diri Anda. Jika ia ingin mengantarkan Anda ke suatu tempat meskipun Anda merasa sanggup berangkat sendiri, terima saja tawaran tersebut. Anda mungkin tidak menyadari bahwa hal ini akan membuatnya tenang, karena istrinya telah sampai di tempat tujuan dengan selamat. Sebagai imbal baliknya, tawarkan apa yang dapat Anda lakukan untuknya. Anda akan sadar, sangat menyenangkan membuat dirinya senang.

4. Terimalah apa yang menjadi kelemahannya. Ketika Anda mengetahui apa yang menjadi penyebab kekurangan dirinya, Anda tidak lagi berusaha menyerangnya, melainkan justru ingin membantunya. Misalnya, ia seorang yang tidak percaya diri karena orangtuanya tidak pernah memuji perbuatannya, atau hasil karyanya waktu kecil. Pujilah dia, seperti dia memuji Anda.

Nah, bila Anda tidak merasakan cinta yang mendebarkan seperti yang dialami teman-teman waktu kuliah dulu, Anda mungkin hanya belum melewati masa-masa itu. Kelak Anda pun akan menyadari bahwa suami begitu lovable. Betapa ia seorang yang begitu mudah mencintai dan dicintai. Anda hanya perlu melihat sisi lain dirinya dengan lebih dekat.

March 23, 2009

Surat Pernikahan Bagi pasangan sesama WNI

Filed under: Serba-serbi — copaste @ 1:40 am

TAHAP I
Surat2 atau berkas2 yang dipersiapkan:
1. Surat Pengantar Nikah RT/RW ke Kelurahan setempat
2. FC KK (Kartu Keluarga)
3. FC KTP – calon pengantin dan wali nikah
4. FC Ijazah Terakhir (optional)
5. FC Akte Kelahiran (optional)
6. Pas Foto dgn latar warna BIRU

  • Ukuran 2×3 sebanyak 5 lbr
  • Ukuran 3×4 sebanyak 2 lbr
  • Ukuran 4×6 sebanyak 2 lbr

7. Biodata Pasangan (Nama, Tempat & Tanggal Lahir, Alamat, Nama orang tua/Wali)
8. Materai 6000

Tahap II
Pada Kelurahan setempat mendapat surat/berkas sbb:
1. Surat Pengantar Nikah ke KUA setempat/domisili.
2. Formulir :
N1, N2, dan N4 (untuk Pria)
N1, N2, N3, N4 dan N7 (untuk Wanita) – Formulr N3 dan N7 bisa jg dari KUA tempat nikah

TAHAP III
KUA setempat/domisili
1. Surat Rekomendasi Nikah atau Surat Numpang Nikah ke KUA tempat pernikahan.
2. Formulir Sumpah Jejaka/Perawan barmaterai 6000.

TAHAP IV
KUA tempat pernikahan

1. Pengecekan kelengkapan surat2
2. Nasihat pernikahan dari ustad yang ada kantor KUA.
3. Ikuti Proses2 yang diberikan oleh pengurus KUA

Keterangan :
Usahakan fotocopi data2 pribadi tersedia dalam jumlah yang cukup dan terkumpul dalam satu bendel selama menjalani tahap demi tahap.

Tiap2 daerah berbeda dalam syarat2 aministrasinya

March 21, 2009

Mau Menikah Kok Berantem?

Filed under: Serba-serbi — copaste @ 3:05 am

Saat pernikahan Anda tinggal dua minggu lagi. Mendadak, ada sesuatu hal yang dikatakan Si Dia membuat Anda emosi. Bertengkarlah Anda sejadi-jadinya dengan si Dia. Hal-hal yang sudah lama dibahas dan ketemu jalan keluarnya, misalnya siapa yang harus pindah kerja bila pasangan tinggal di kota lain, menjadi mentah lagi. Tiba-tiba Anda menjadi ragu, perlukah rencana perkawinan ini dilanjutkan? Atau, betulkah dia orang yang Anda cari selama ini?

Sebelum Anda melakukan keputusan emosional yang membuat Anda menyesal belakangan, sebaiknya Anda menarik napas dalam-dalam lebih dulu. Perlu Anda ketahui, pertengkaran yang terjadi saat mempersiapkan pernikahan ternyata dialami oleh hampir semua pasangan. Saat-saat itu Anda sedang merasa benci-bencinya dengan pasangan. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Ada beberapa alasan mengapa kita justru bertengkar saat sedang menyiapkan pernikahan.

1. Penyebab yang berkaitan langsung dengan pernikahan itu sendiri, di mana Anda merasa tegang menghadapi dunia baru yang akan Anda masuki. Anda sedang meragukan keputusan-keputusan yang telah Anda buat, apakah hal tersebut membuat Anda tenang dan nyaman, apakah pilihan yang Anda tetapkan hanya menyenangkan bagi si Dia namun tidak bagi Anda, dan lain sebagainya.

2. Penyebab lain berkaitan dengan repotnya persiapan pernikahan. Anda dan si dia sama-sama sedang stres karena pernikahan sudah semakin dekat dan tampaknya banyak yang belum berjalan sesuai yang Anda harapkan. Atau, Anda merasa si dia tidak seantusias Anda dalam melakukan persiapan sehingga Anda merasa bekerja sendiri. Padahal, ini menyangkut satu prinsip penting: Pria umumnya tidak mampu menangani sesuatu yang detail, seperti memilih desain dan teks undangan, atau menghitung budget sampai ke detail-detail-nya.

Ada hal-hal yang perlu Anda renungkan dan lakukan bila hal ini terjadi;

1. Hanya karena Anda bertengkar hebat, jangan sekali-sekali berpikir untuk membatalkan pernikahan. Kecuali bila Si Dia kedapatan masih berhubungan dengan wanita lain, misalnya, sehingga Anda perlu berpikir sekali lagi apakah ia masih bisa mengubah perilakunya. Jika Anda mengalami pertengkaran yang mengerikan sebelum menikah, segera ingatkan diri Anda mengenai alasan-alasan indah mengapa Anda mau menikahi Si Dia.

2. Jika masalahnya karena Anda merasa suami tidak banyak membantu, ya sudah, minta saja bantuan dari saudara atau teman. Misalnya jika Anda butuh pendapat mengenai warna undangan yang cocok, atau warna kebaya yang sesuai untuk kulit Anda. Bantuan Si Dia bisa Anda minta dalam bentuk mengantarkan Anda ke sana-kemari. Hal itu akan lebih nyaman buatnya.

3. Jika Anda merasa perlu menjauh dari Si Dia untuk sesaat, lakukan saja. Jangan merasa bersalah karena Anda butuh sejam-dua jam, atau sehari, tidak menemuinya. Lakukan kegiatan yang Anda senangi, jalan-jalan, shopping, nongkrong bersama teman di kafe, nonton bioskop, sekadar untuk melepaskan ketegangan. Setelah merasa lebih santai, diskusikan masalah Anda dengan Si Dia.

4. Jangan terburu-buru melontarkan pernyataan yang akan membuat Si Dia berubah pikiran, seperti, “Ya, sudah! Aku sudah nggak tahan lagi!”. Tak peduli betapa kesal Anda padanya. Jika pertengkaran membuat usaha keras keluarga Anda menyiapkan pernikahan ini berakhir, Anda pasti menyesalinya nanti. Jangan segan meminta maaf jika pikiran Anda sudah lebih jernih. Pastikan sudah tidak ada ganjalan di hati Anda saat memasuki lokasi pemberkatan atau akad nikah nantinya.

5. Hingga penyelenggaraan resepsi, mungkin ada beberapa hal yang tidak berjalan sesuai rencana. Tak perlu memikirkan hal-hal seperti ini. Yang sudah lewat, tidak perlu dibahas lagi. Anda toh tidak bisa membuat semua orang senang.

source: kompas.com

March 20, 2009

Memilih Calon Suami dari Kemampuannya

Filed under: Serba-serbi — copaste @ 1:32 am

Ada pepatah yang mengatakan, “When you meet someone who can cook and do housework, don’t hesitate a minute, marry him (Ketika Anda menemui seseorang yang bisa memasak dan melakukan pekerjaan rumah tangga, jangan ragu semenit pun, nikahi dia).”

Tentu saja, hanya karena pria yang Anda kenal ini pintar memasak, tidak lantas Anda dapat menerima begitu saja lamarannya. Pepatah di atas bermaksud memberikan penekanan, apa yang dapat dilakukan pria tersebut untuk Anda dalam kehidupan yang nyata nantinya, itulah yang terpenting untuk Anda. Memasak hanyalah salah satu contohnya.

Namun berdasarkan pernyataan tersebut, menarik bila kita gali lebih lanjut, apa saja sih kemampuan pria yang patut dipertimbangkan saat memilihnya menjadi pendamping kita selamanya? Tidak berarti sebagai istri kita tinggal ongkang-ongkang kaki, tetapi alangkah teduhnya bila memiliki suami yang cekatan dan serba bisa. Betul, tidak?

“Pria yang melakukan pekerjaan rumah akan memberikan ekspresi kepedulian dan perhatian bagi wanita,” kata Joshua Coleman, psikolog dari San Francisco, dan penulis The Lazy Husband: How to Get Men To Do More Parenting and Housework. Tentu saja, Si Dia tak harus menguasai semua hal di bawah ini. Bila ia mampu melakukan dua hal saja, tentu sudah cukup baik.

  1. Mampu bertukang. Tentu, calon suami tak harus punya kemampuan membangun rumah. Bertukang di sini hanya dalam konteks minor problems, alias mengatasi kerusakan kecil di rumah. Contohnya, memperbaiki keran air yang rusak, mencat dinding, atau membuat peralatan sederhana dari kayu. Enggak lucu kan, kalau Anda yang harus memanjat genteng bila ada genteng bocor?
  2. Mengerti dasar permesinan. Ia tahu apa yang salah jika ada bunyi-bunyi aneh pada mobil Anda, cekatan dalam mengganti ban dalam keadaan darurat, dan cukup peduli untuk melakukan perawatan rutin kendaraan Anda di bengkel.
  3. Mampu berkebun. Ia tahu bagaimana mencangkul, dan sekadar menanam rumput di halaman. Ketika rumput liar tumbuh di antara tanaman Anda, ia segera membabat dan merapikannya.
  4. Memahami dasar perlistrikan. Hampir semua aktivitas kita sekarang melibatkan barang-barang elektronik. Pastikan Si Dia mengetahui bagaimana memasang colokan listrik atau memasang lampu baru, mengetahui berapa kapasitas listrik yang mencukupi bila ada begitu banyak benda elektronik di rumah, juga mengerti bahwa kabel-kabel listrik yang simpang-siur di sana-sini dapat mengakibatkan korsleting sehingga peduli untuk merapikannya.
  5. Memasak masakan sederhana. Tak perlu menuntutnya untuk mampu memasak ala chef di restoran ternama. Cukup bila ia mampu dan bersedia memasak mi rebus, nasi goreng, atau membuat jus sendiri. Gunanya, bila Anda sakit ia tahu makanan apa yang membuat Anda merasa nyaman. Selain itu, bila Anda sedang tak di rumah, ia juga bisa mengurus diri sendiri.
  6. Melakukan pekerjaan rumah tangga lainnya. Ia tidak canggung saat harus mencuci baju, mencuci piring, menyetrika, atau menyapu. Pria-pria seperti ini umumnya sudah biasa bekerja sejak kecil dan bukan tipe pria yang membeda-bedakan peran sosial berdasarkan gender. Anda akan senang bekerja sama dengannya.

February 19, 2009

Masa kadaluarsa makanan

Filed under: Serba-serbi — copaste @ 3:54 am

Anda sering berbelanja bahan makanan sekaligus, namun seringkali mengundurkan niat untuk memasaknya? Tak apa-apa, asalkan Anda memastikan betul kapan masa kadaluarsa yang tertulis pada kemasannya. Untuk bahan makanan seperti sayur dan buah-buahan, pastikan Anda mengolahnya sebelum masa kadaluarsa berakhir. Bentuknya mungkin masih bagus, tetapi rasanya sudah tak terlalu segar. Bahan makanan lain yang juga tak boleh dimakan setelah melewati batas waktu adalah daging.

Buah-buahan

Apel: 3 minggu
Simpan dalam lemari es tanpa dibungkus, dan akan lebih tahan lama bila tidak bersentuhan satu sama lain.

Jeruk: 2 minggu
Simpan grapefruit, jeruk, lemon, and limau ke dalam lemari es.

Tomat: 5 hari
Simpan dalam suhu ruangan tanpa dibungkus.

Anggur: 1 minggu
Simpan dalam kantung plastik berlubang-lubang di dalam lemari es.

Sayuran

Bawang: 2 bulan
Simpan di lokasi berventilasi yang kering dan dingin, tanpa dibungkus.

Wortel: 3 minggu
Buang bagian daunnya yang berwarna hijau, dan simpan dalam lemari es dengan kantung plastik..

Brokoli: 5 hari
Simpan dalam kantong plastik.

Kentang: 1-2 bulan
Simpan di lokasi berventilasi yang kering dan dingin, dalam kantung kertas yang dibiarkan terbuka, atau di keranjang.

Kol: 1 minggu
Simpan dalam kantung plastik yang sudah diberi tisu kering untuk menyerap kelembabannya. Masukkan ke dalam lemari es. Kol yang tidak dicuci dan disimpan dalam kantung plastik dengan tisu hanya bertahan 3 hari.

Seledri: 2 minggu
Simpan dalam kantung plastik berlubang di lemari es dengan suhu tak kurang dari 4 derajat Celcius.

Asparagus: 4 hari
Potong bagian bawahnya sekitar 2 cm, lalu bungkus bagian yang terpotong dengan tisu kertas yang lembab. Bungkus seluruhnya dalam kantung plastik berlubang, dan masukkan lemari es.

Jamur: 3 hari
Simpan dalam kantung kertas atau kertas roti, lalu masukkan ke lemari es.

Daging

Daging ayam: 1-2 hari
Simpan dalam lemari es dengan suhu 4 derajat Celcius atau di bawahnya, sampai siap dimasak.

Daging steak mentah: 3-5 hari
Simpan di lemari es dalam wadah aslinya (misalnya plastik) sampai siap dimasak.

Daging babi: 3 hari
Simpan di lemari es dalam kotak makanan yang ditutup sampai siap dimasak.

Daging sapi cincang: 2 hari
Simpan di lemari es, dan jika setelah 2 hari sejak pembelian Anda belum akan memasaknya, simpan di dalam freezer.

Telur: 3-5 minggu
Cuci telur sebelum disimpan di lemari es untuk mencegah bakteri menyebar ke makanan lain. Taruh telur di bagian bawah lemari es, bukan di pintu dimana temperaturnya sering berubah-ubah.

Bahan makanan lain

Daging steak: 3-4 hari
Simpan dalam lemari es, lalu panaskan dalam suhu 73 derajat Celcius saat hendak disajikan.

Ayam: 3-4 hari
Simpan di lemari es dalam kotak makanan yang rendah dan bertutup.

Pizza: 3-4 hari
Bungkus dan masukkan ke lemari es. Namun jika pizza sempat dibiarkan selama dua jam setelah dikirimkan, lebih baik Anda menyantapnya sampai habis.

Pasta mentah: 1 tahun
Simpan dalam kotak makanan tertutup di tempat yang gelap dan dingin untuk mencegahnya menjadi santapan kutu.

Tepung: 6-8 bulan
Simpan dalam kotak tertutup untuk mencegah lembab, dan masukkan ke tempat yang kering dan dingin. Bila kotak pasta belum dibuka, simpan saja bersama wadah aslinya tersebut.

source : real simple

July 2, 2008

Kalimat Tabu untuk Si Kecil

Filed under: Serba-serbi — Tags: — copaste @ 2:42 am

Bahasa bisa jadi salah satu sumber kekerasan terhadap anak. Perhatikan dan pilih betul kata-kata yang akan disampaikaan kepada buah hati. Kalau emosi sedang memuncak, coba deh tinggalkan Si Kecil sejenak, tarik napas dalam-dalam, jalan-jalan, atau minum air putih. Emosi pun akan turun dan kita jadi bisa berpikir lebih tenang. Setelah itu, baru ajak anak berkomunikasi. Berikut sejumlah kalimat tabu untuk dilontarkan pada si buah hati.

1. “Gara-gara kamu, Ayah dan Ibu jadi pisah.”
Tak seorang anak pun bisa dijadikan alasan perceraian orangtuanya. Seorang anak tak selayaknya menanggung beban yang sedemikian berat. Meski hal itu benar adanya dan disampaikan dengan halus, tetap saja anak akan merasa sangat bersalah. “Seandainya saya tak nakal, pasti Ayah dan Ibu enggak pisah,” begitu yang seringkali timbul di benaknya.

2. “Kalau enggak berhenti menangis, Ibu tinggal kamu di sini!”
Ketakutan terbesar dari seorang anak adalah berpisah atau ditinggalkan sendirian. Apalagi oleh orangtuanya. Mengancam dengan tujuan anak mau menuruti perintah dan berhenti melakukan suatu tindakan, jelas tidak bijak. Lebih bijaksana jika memberinya pilihan. Misalnya, “Sayang, jika kamu tetap saja berteriak-teriak seperti itu, lebih baik kita pulang saja, ya. Ibu baru mau meneruskan belanja kalau kamu berhenti berteriak-teriak. Kamu mau pilih yang mana?” Alternatif lain adalah dengan mengalihkan perhatian anak atau menghentikan kegiatan untuk sementara. Siapa tahu, Anda atau Si Kecil memang sudah capek.

3.”Mestinya kamu malu pada diri sendiri.”
Rasa bersalah akan segera menyergap anak jika kita mengucapkan kalimat seperti itu. Sementara, orangtua justru yakin, kalau anak merasa bersalah, ia pasti bakal mengubah kelakuan dan jadi menurut. Memang, rasa bersalah atau rasa malu bisa membuat seseorang, termasuk anak, mengubah perilakunya sesuai yang diharapkan. Namun, jangan salah. Pada saat yang sama, ia juga akan merasa dirinya sebagai pecundang. “Saya memang anak nakal, tak bisa bikin orangtua senang,” “Saya selalu salah,” dan sebagainya. Ujung-ujungnya, rasa percaya diri anak menurun drastis.

4. “Kami tak pernah mengharapkan kamu.”
“Menyesal rasanya Ibu melahirkan kamu! Kalau tahu kamu bakal senakal ini lebih baik kamu tak lahir saja.” Kalimat seperti ini sungguh tak bisa diampuni. Tak peduli apa kesalahan anak atau selembut apa pun disampaikan, tetap saja tak dibenarkan untuk dilontarkan. Sebab, hanya menunjukkan ada yang tak beres dalam hubungan orangtua dan anak. Jika ini yang terjadi, segera cari tahu apa yang salah dalam hubungan dengan si kecil. Kalau perlu, segera minta bantuan ahli.

5. “Kenapa sih enggak bisa seperti adikmu?”
Saat orangtua membandingkan anak dengan saudaranya, berarti salah satu di antaranya dianggap kurang. Kalimat ini membawa pesan ia tak lebih pandai, tak lebih baik, dan tak lebih cakap dibanding saudaranya. Kalimat, “Kamu memang tak seperti kakakmu,” akan membuatnya merasa dikucilkan dan bisa berdampak hingga ia dewasa. Membanding-bandingkan antara saudara juga akan menciptakan persaingan tak sehat di antara mereka. Alhasil, mereka jadi “hobi” bertikai dan akhirnya merusak hubungan antar-anak. Terimalah setiap anak dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Ingat, tiap anak adalah individu unik.

6. “Pokoknya lakukan seperti kata Ibu!”
Kalimat ini membawa pesan, “Kamu, kan, anak kecil, tahu apa, sih? Ibu, kan, lebih tahu dan lebih pintar. Tugas Ibu adalah memberi tahu dan tugas kamu adalah mematuhi apa yang Ibu katakan!” Kalimat ini akan menciptakan kebencian pada diri anak. Lain halnya jika disampaikan dalam bentuk yang bisa mengundang empati anak, semisal, “Ibu benar-benar capek, Sayang.”

7. “Sini, biar Ibu yang bikinin.”
“Sini, biar Mama yang kerjakan,” “Kali ini, Ibu mau bantu kamu.” Jika kalimat-kalimat itu selalu dilontarkaan setiap kali anak mendapat kesulitan, sama artinya dengan menciptakan rasa tak berdaya atau tak mampu dalam diri Si Kecil. Cara ini juga membuka peluang bagi anak untuk melakukan hal yang sama di masa depan. Kalau cuma dilakukan sekali, sih, tak masalah. Tapi dua kali, berarti pola sudah tercipta. Tiga kali dan seterusnya? Berarti Anda sudah menciptakan pekerjaan baru bagi diri sendiri.

May 19, 2008

Panduan Memilih Babysitter Ideal

Filed under: Serba-serbi — Tags: , — copaste @ 7:00 am

MEMILIH babysitter yang tepat bukanlah perkara gampang. Satu hal yang paling penting adalah perlu ada kecocokan antara anak dan babysitter-nya karena hal itu akan memudahkan bagi keduanya. Anak akan mudah diasuh, babysitter akan mudah mengasuh.

Mungkin Anda tidak akan menemukan babysitter ideal dari yayasan penyalur. Tapi, sebagai panduan untuk mendapat babysitter yang baik, ada baiknya Anda memahami poin-poin yang menjadi persyaratan berikut ini:

Rapi dan Bersih
Penampilannya mencerminkan kepribadiannya. Kebersihan dan kerapian pertama kali bisa dinilai dari penampilannya, misalnya berpakaian rapi, berkuku bersih, rambut tersisir, kulit bersih, dan sebagainya. Sekaligus ia pun bersih dan rapi dalam hal perawatan anak. Misalnya, selalu membersihkan alat kelamin si kecil setelah ngompol dan kemudian tak pernah lupa membasuh tangannya. Ingat, lo, terutama bayi, masih sangat rentan terhadap berbagai penyakit.

Sehat
Kesehatan sangat penting, baik fisik maupun mental. Lagipula dengan babysitter sehat, anak terhindar tertular penyakit. Jangan segan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dari calon babysitter. Mahal sedikit tak apa, demi anak Anda.

Ceria
Pembawaan babysitter yang ceria akan berdampak pada si kecil. Lebih bagus lagi jika ia memiliki rasa humor, sehingga bisa memberi suasana gembira pada anak.

Sabar
Kesabaran adalah salah satu modal utama dalam pengasuhan anak. Sabar di sini tidak diartikan sebagai tidak boleh marah. Seorang babysitter boleh saja marah. Caranya, memberitahu atau menegur anak bila melakukan kenakalan.

Jujur
Kejujuran juga modal utama dalam segala hal. Bayangkanlah, apa jadinya jika Anda punya babysitter suka berbohong? Salah-salah, anak Anda dikatakan sudah makan saat ditinggal pergi oleh Anda. Padahal, tak sesendok nasi pun masuk ke mulutnya. Atau ia mengatakan sudah meminumkan obat, padahal obatnya dimuntahkan si kecil.

Punya Pengetahuan Dasar
Babysitter wajib mengetahui gejala-gejala penyakit yang pada umumnya diderita anak, dan mampu mengatasinya pada gejala awal. Ia pun perlu tahu pencegahan suatu penyakit. Misalnya, selalu mensterilkan peralatan minum dan makan anak. Juga menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan bermain si anak. Misalnya menjauhkan benda-benda tajam jauh dari jangkauan anak.

Punya Pengetahuan Tentang Makanan
Paling tidak babysitter mengetahui makanan bergizi yang bisa dikonsumsi anak sehingga Anda bisa memintanya untuk membuat makanan tersebut jika Anda tak punya kesempatan.

Memahami Perkembangan Anak
Minimal ia tahu bayi harus banyak diajak bicara supaya bisa bicara. Anak butuh bermain dengan permainan yang tidak berbahaya. Anak banyak bergerak, anak gemar bertanya, anak tidak mudah diatur, dan sebagainya.

Bisa Mendongeng
Minimal ia bisa membacakan cerita untuk anak. Sehingga bisa mengisi waktu bermain dengan mendongeng. Tapi, ingatlah Anda tetap bertanggung jawab untuk memilihkan dongengan yang tepat bagi anak. Jangan sampai si babysitter menceritakan hal-hal yang negatif, seperti cerita-cerita seram.

Bisa Menyanyi
Menyanyi adalah satu kegiatan yang disukai anak. Lebih bagus jika babysitter bisa menyanyi, kendati tak bersuara merdu.

Kreatif
Ia punya segudang akal untuk mengatasi kerewelan yang sering ditimbulkan anak kecil. Misalnya ketika akan mogok makan, ia mampu membuat suasana makan menyenangkan (sambil bermain). Yang penting, jangan membujuk anak kecil dengan cara menakut-nakuti.

Teman Bermain
Seorang babysitter harus bisa menjadi teman bermain yang menyenangkan. Ia pun mampu menciptakan permainan-permainan yang menarik buat anak sehingga si anak tidak bosan. Ia pun tergolong “cerewet” (suka mengajak anak Anda ngobrol). Dengan demikian, bayi Anda tidak akan didiamkan begitu saja.

Wawancarai Calon Pengasuh Anak
Seperti halnya tes masuk kerja, Anda pun bisa melakukan wawancara pada calon babysitter. Setidaknya Anda akan memperoleh gambaran kepribadian dan kemampuannya. Apa saja yang perlu Anda tanyakan, ikuti panduan berikut:

Identitas Lengkap

Anda perlu tahu identitasnya secara lengkap, misalnya nama, umur, pendidikan, asalnya, dan kerabatnya yang bisa dihubungi. Catatlah semuanya. Hal tersebut untuk mengantisipasi bila sewaktu-waktu terjadi hal yang tidak diinginkan.

Pengalaman Kerja
Tanyakan mengenai pengalaman kerjanya selama ini. Mintalah ia bercerita secara detil, misalnya mengasuh anak usia berapa bulan, berapa lama ia bekerja di sana, dan mengapa ia keluar dari tempat kerjanya.

Menggali Kemampuannya
Lemparkan pertanyaan sesuai dengan yang Anda butuhkan darinya. Misalnya, apa yang akan dilakukan olehnya jika si anak tiba-tiba panas? Mintalah ia mempraktekkan bagaimana mengukur suhu tubuh si kecil. Atau bagaimana ia mengatasi si kecil yang tiba-tiba rewel tak mau makan.

Dengan pertanyaan-pertanyaan seperti itu Anda bisa menggali sejauh mana kemampuannya. Apakah sesuai atau tidak dengan yang Anda harapkan.

Menggali Kepribadiannya
Terkadang dari wajah dan penampilan, kita bisa menilai kepribadian seseorang. Tapi untuk lebih yakin, ujilah dengan cara mengajaknya bicara lebih banyak. Dari sana Anda bisa tahu apakah dia cukup sabar atau gampang marah, lembut atau kasar, doyan bicara atau pendiam, dan sebagainya.

Sumber : Kompas.com 190508
Penulis : Riesnawiati Soelaeman

Older Posts »

Blog at WordPress.com.